POLNEP- UNIVERSITY OF LEICESTER GELAR PENELITIAN SOLARBOOST

Politeknik Negeri Pontianak dan University Of Leicester (Inggris) melaksanakan penelitian bersama. Tim peneliti Polnep dipimpin oleh Dr. Aalfeus Sunarso dan University Of Leicester dipimpin Dr. Harold S Ruiz. Penelitian kolaborasi ini mengangkat judul “Booosting Solar energy capacity of Indonesia without compromising protected areas:  an integrated GIS tailoring solar energy resource and local information (Solar Boost).
Penelitian di dania British Council dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melalui skema Newton Fund Institutional Links. Politeknik Negeri Pontianak juga menyediakan dana untuk backup secara internal, ujar Direktur Polnep H. Muhammad Toasin Asha usai membuka Workshop Solarboost, Rabu, 22 Mei 2019.
Menurutnya, kerjasama Politeknik Negeri Pontianak dengan perguruan tinggi dari luar negeri, termasuk University Of Leicester sudah memberikan hasil nyata. Diawali dengan MoU pada tahun 2015, kami tindaklanjuti dengan menggelar International Conference yang salah satu pembicaranya dari University ol Leicesthaer.   Salah satu output proposal kerjasama penelitian yang akan dilakanakan ini, jelasnya. Ia berharap tidak berhenti di sini. Dari penelitian awal yang berhasil ini, bisa dijajukan kembali penelitian lanjutn dengan pendanaan lebih besar. Kemungkinan nantinya saya bersama tim peneliti akan sounding ke pemerintah daerah terkait penelitian ini. Harapan kami ada support pemda terkait energy terbarukan, ungkapnya.
Direktur Politeknik Negeri Pontianak mendukung penuh para dosen untuk melakukan penelitian, baik secara nasional maupun internasional. Lembaga (Polnep) menyiapkan anggaran sendiri sebagai backup, ujarnya.  Semakin banyak penelitian kerjasama yang berhasil, semakin meningkatkan rangking Polnep. Masyarakat semakin percaya akan kualitas Polnep. Apalagi Politeknik Negeri Pontianak merupakan lembag pendidikan vokasi yang senantiasa melakukan pengembangan penelitian terapan. Polnep akan jadi pusat unggulan ke depan, salah satunya unggulan Kalbar bisa membangun energy terbarukan, jelasnya.
Sementara itu Ketua Tim Polnep Dr. Alfeus Sunarso menyampaikan, workshop Solar boost sebagai inisiasi awal penelitian yang sudah dimulai sejak 14 April 2019. Tujuan penelitian ini membangun sistem informasi energy surya yang bisa mendorong pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dalam skala besar, tanpa mengorbankan daerah terproteksi atau yang memang dilindungi, ujarnya.
Dalam workshop, tim memaparkan rancangan sistem informasi kepada pemangku kepentingan tingkat provinsi Kalimantan Barat, antaranya PT. PLN (Persero), BAPPEDA, BKSDA,  Dinas Kehutanan, BMKG, Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, Dinas ESDM dan Dinas Dukcapil. Kami minta masukan terkait informasi berguna apa saja yang ingin mereka masukkan dalam sistem. Terkait hak akses, apakah dibuka untuk umum atau lembaga tertentu saja. Sistem informasi ini kami buat dalam bentuk aplikasi yang dapat diinstal ke computer, bersifat webbase, ujarnya. Sistem informasi ini mengintegrasikan data potensi tenaga surya yang diperoleh dari data satelit dengan informasi lokak seperti topografi, demografi, infrastruktur, jaringan listrik PLN dan peta penggunaan lahan dan wilayan konservasi.
Ketika masyarakat mau mengajukan pembangunan PLTS, tinggal klik lokasi di aplikasi. Bisa di cek apakah di daerahnya ada potensi energi surya bagus, akses jalan seperti apa. Lalu jika listrik yang dihasilkan berlebih, apakah bisa didistribusikan ke PLN. Harapan kami aplikasi ini bisa mempermudah pemangku kebijakan dalam pengambilan keputusan.
(Erwandi/mde – Pranata Humas Muda)