EDUKASI KEUANGAN BAGI MAHASISWA POLNEP


Politeknik Negeri Pontianak bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan perwakilan Kalimantan Barat mengadakan edukasi keuangan bagi mahasiswa Polnep. Edukasi keuangan dilaksanakan di aula Jurusan Akuntansi, Rabu, 28 November 2018 dan dikuti mahasiswa Jurusan Akuntansi baik Diploma III maupun Diploma IV.  Kegiatan dibuka Direktur Politeknik Negeri Pontianak H. Muh. Toasin Asha yang didampingi Adnan Sharif Kepala Subbagian Pengawasan  Bank, Muchammad Akbar staf edukasi dan perlindungan konsumen dan staf Direktorat Literasi dan edukasi keuangan.
Sejak awal kepemimpinan saya, kampus ini (Polnep) dicanangkan sebagai pusat unggulan, pusat standar, pusat inovasi dan kreatifitas. Oleh karena itu, kita berusaha untuk selalu mengundang pihak industri untuk bekerjasama termasuk Otoritas Jasa Keuangan melakukan pelatihan maupun sosialisasi yang berkaitan dengan bidang ilmu yang ada di Politeknik Negeri Pontianak, ujar H. Muh. Toasin Asha Direktur Politeknik Negeri Pontianak saat membuka acara edukasi keuangan. Melalui edukasi keuangan bagi mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak diharapkan para mahasiswa memahami produk-produk keuangan yang ada di Indonesia dan maupun manfaatnya. Mungkin diantara kita belum banyak mengetahui produk keuangan termasuk mungkin ada dampak negatif dari penggunaan produk tersebut, ungkap H. Muh. Toasin Asha.
Sementara itu Kepala Subgaian Pengawasan Bank Adnan Sharif menjelaskan, masyarakat Kalimantan Barat yang telah menggunakan produk jasa keuangan mencapak 67%. Menurut dia, masyarakat sudah cukup banyak menggunakan produk jasa keuangan (produk Bank). Namun diakuinya, pemahaman masyarakat terhadap manfaat dari produk yang digunakannya masih relatif kecil yaitu 30% termasuk akibat menggunakan produk, ungkapnya. Produk jasa keuangan (produk bank) selain memiliki manfaat positif namun juga ada resiko yang ada dalam produk tersebut. Dan inilah yang masih kecil pemahaman masyarakat dalam penggunaan produk jasa keuangan. Dia mencontohkan : setiap orang hampir memiliki tabungan dan tentu ada ATM dan resiko penggunaan ATM bagi masyarakat sangat besar. Berapa kasus yang terjadi, masyarakat kehilangan sebagian dan bahkan tidak tersisa uangnya di rekening. Ini disebabkan salah satunya masyarakat pengguna ATM tidak secara rutin mengganti nomor PIN atau pin yang mudah dilacak oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

                           
Lebih lanjut dijelaskannya, masyarakat kita cendrung membeli produk baru memahami manfaat dan resikot dari produk tersebut. Paradigma seperti ini perlu dirubah atau diberikan pemahaman, sehingga tidak terjadi kerugian dari konsumen tersebut. Kegiatan edukasi yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Pontianak ini dimaksudkan memberikan pemahaman kepada para masiswa terhadap produk jasa keuangan yang akan digunakan. Oleh karenanya, kegiatan ini diharapkan para mahasiswa sebelum membeli produk jasa keuangan maupun yang sudah memiliki produk jasa keuangan, mengerti manfaat dan termasuk resikonya, ujarnya.
Apa lagi sekarang ini sudah banyak produk bank, baik yang konvensional maupun syariah dan masyarakat tinggal memilik produk mana yang terbaik baginya. Bahkan produk bank sudah mengarah penggunaannya melalui digital dan pihak Otoritas Jasa Keuangan menyadari perkembangan perbankkan dan produknya sangat pesat. Sekarang ini masyarakat dapat melakukan transaksi melalui media seperti HP, tidak perlu datang ke bank, ujarnya.
(Erwandi – Pranata Humas Muda)


Baca Juga...


POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK

  • Address: Jl. Akhmad Yani Pontianak
    78124, P.O BOX 1286
  • Email: kampus@polnep.ac.id
  • Website: www.polnep.ac.id
  • Telp/Fax: +62 0561 736180 / +62 0561 740143

POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK

  • Address: Jl. Akhmad Yani Pontianak
    78124, P.O BOX 1286
  • Email: kampus@polnep.ac.id
  • Website: www.polnep.ac.id
  • Telp/Fax: +62 0561 736180 / +62 0561 740143