ANGGOTA DPR RI MEMBERIKAN KULIAH UMUM JURUSAN IKP POLNEP


Politeknik Negeri Pontianak adalah salah satu perguruan tinggi terbaik se-Indonesia dan masuk dalam klaster I berdasarkan penilaian Kemenristekdikti. Oleh karenanya, kepercayaan masyarakat terhadap Politeknik Negeri Pontianak semakin baik, ungkap Direktur mengawali sambutannya pada acara kuliah umum Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan (IKP) Polnep.  Dijelaskannya, jumlah program studi yang ada di Politeknik Negeri Pontianak 22 dengan jumlah mahasiswa 5.228 orang. Dalam beberapa tahun Polnep sangat kekurangan kelas, sehingga beberapa program studi harus masuk siang. Dia juga berharap para anggota DPR RI Bapak Maman Abdurrahman dapat memperjuangkan penyelesaian pembangun gedung kuliah terpadu, selama ini terhenti penyelesaiannya selama 3 tahun termasuk auditorium yang terhenti pembangunannya. Auditorium nantinya ada hotel pendidikan untuk program studi perhotelan yang akan difungsikan untuk praktek perhotelah mahasiswa. Dan jika bisa selesai pembangunannya tahun 2019 akan segera kita buka prodi perhotelah sesuai rekomendari dan permintaan pemerintah Kota Pontianak. Semoga tahun 2019 ke dua gedung tersebut dapat diselesaikan pembangunannya oleh pemerintah pusat. Oleh sebab itu,  melalui bapak Maman Abdurrahman sebagai anggota DPR RI dapat memperjuangkannya, ujarnya berharap.
Lebih lanjut diungkapkannya, putra-putra Kalimantan Barat yang berkiprah di dewan (anggota DPR RI) memberikan perhatiannya kepada rakyat KalBar. Saya berkeyakinan orang daerah yang berkiprah di pusat selalu memberikan kontribusi positif dalam pembangunan Kalimantan Barat. Direktur berharap kepada bapak Maman Abdurrahman dan kawan-kawan termasuk Bapak Usman Sapta Odang yang sudah duduk di pusat dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan SDM di Kalimantan Barat. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Maman Abdurrahman yang beberapa waktu lalu memberikan beasiswa untuk peningkatan prestasi akademik.
Kuliah umum Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak, dilaksanakan Kamis, 29 November 2018 di aula lantai 3. Kuliah umum dihadiri Pembantu Direktur I, Ketua Jurusan IKP,  seluruh mahasiswa Ilmu Kelautan dan Perikanan Polnep, para dosen. Sebagai pembicara selain anggota DPR RI Maman Abdurrahman, ada dari DPD-Perhimpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kalimantan Barat yaitu Bapak Sigit Sugiardi.
Maman Abdurrahman dalam paparannya menyinggun masalah peran perguruan tinggi sebagai penghasil inovasi yang diharapkan perannya dapat melakukan litbang dan inovasi, penyelenggara pengembangan kapasitas SDM/Iptek, sebagai mobilisasi SDM ahli dalam penguasaan dan manajemen Iptek dan Inovasi dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya Iptek untuk Litbang dan Inovasi.
Sementa itu, Sigit Sugiarti memaparkan tentang kesiapan pelaku usaha perikanan di era industri 4.0 dalam meningkatkan hidup. Dia menjelaskan bahwa Revolusi industri 4.0 banyak yang menekankan kepada kemampuan Artificial Inteligence(Kecerdasan Buatan) yang mampu menggerakkan robot-robot yang "lebih pintar" dan "tidak pernah mengeluh" sehingga banyak pekerjaan yang dikerjakan tenaga manusia digantikan dengan yang lebih murah, efisien dan berkualitas lebih tinggi. Dijelaskannya, Dampak Dunia Digital dan Revolusi Industri Keempat, memiliki ancaman diantaranya : secara global era digitalisasi akan menghilangkan sekitar 1 – 1,5 miliar pekerjaan sepanjang tahun 2015-2025 karena digantikannya posisi manusia dengan mesin otomatis (Gerd Leonhard, Futurist);Diestimasi bahwa di masa yang akan datang, 65% murid sekolah das ar di dunia akan bekerja pada pekerjaan yang belum pernah ada di hari ini (U.S. Department of Labor report). Namun ada peluang yaitu : Era digitalisasi berpotensi memberikan peningkatan net tenaga kerja hingga 2.1 juta pekerjaan baru pada tahun 2025; Terdapat potensi pengurangan emisi karbon kira-kira 26 miliar metrik ton dari tiga industri: elektronik (15,8 miliar), logistik (9,9 miliar) dan otomotif (540 miliar) dari tahun 2015-2025 (World Economic Forum).


Sigit Sugiarti menjelaskan gejala-gejala Trasnformasi di Indonesia, dia mencontohkan Saat ini beberapa jenis model bisnis dan pekerjaan di Indonesia sudah terkena dampak dari arus era digitalisasi.Toko konvensional yang ada sudah mulai tergantikan dengan model bisnis. Taksi atau Ojek Tradisional posisinya sudah mulai tergeserkan dengan moda-moda berbasis online. Oleh karennya, dia berpendapat untuk merespon masa depan ada beberapa hal yang perlu dilakukan, diantaranya : Komitmen peningkatan investasi di pengembangan digital skills; Selalu mencoba dan menerapkan prototype teknologi terbaru, Learn by doing!; Menggali bentuk kolaborasi baru bagi model sertifikasi atau pendidikan dalam ranah peningkatan digital skill; Dilakukanny kolaborasi antara dunia industri, akademisi, dan masyarakat untuk mengidentifikasi permintaan dan ketersediaan skill bagi era digital di masa depan menyusun kurikulum pendidikan yang telah memasukan materi terkait human-digital skills.
(Erwandi – Pranata Humas Muda)





Baca Juga...


POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK

  • Address: Jl. Akhmad Yani Pontianak
    78124, P.O BOX 1286
  • Email: kampus@polnep.ac.id
  • Website: www.polnep.ac.id
  • Telp/Fax: +62 0561 736180 / +62 0561 740143

POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK

  • Address: Jl. Akhmad Yani Pontianak
    78124, P.O BOX 1286
  • Email: kampus@polnep.ac.id
  • Website: www.polnep.ac.id
  • Telp/Fax: +62 0561 736180 / +62 0561 740143