Mempawah – Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema Implementasi Teknologi Sumur Resapan untuk Mendukung Desa Tangguh Air di Kabupaten Mempawah, Desa Binaan Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir, pada Jumat (3/7).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Desa Binaan Jurusan Teknik Sipil yang dirancang berkelanjutan selama tiga tahun berturut-turut. Tahun pertama difokuskan pada peningkatan literasi teknis masyarakat terkait konservasi air hujan melalui teknologi sumur resapan.
Sebanyak 30 warga mengikuti kegiatan sosialisasi yang membahas prinsip kerja sumur resapan, spesifikasi teknis konstruksi seperti diameter dan kedalaman, material yang digunakan, serta manfaatnya dalam mengurangi limpasan permukaan dan genangan saat musim hujan.
Ketua Tim PKM, Ir. Indah Rosanti, S.ST., M.T., IPM, menyampaikan bahwa program ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan edukatif sesaat, tetapi sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan.
“Program desa binaan melalui kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PKM) ini kami rancang selama tiga tahun. Tahap awal adalah peningkatan pemahaman masyarakat. Ke depan, kami akan mengarah pada pendampingan implementasi fisik sumur resapan agar benar-benar dapat diterapkan di lingkungan warga,” ujarnya.
Berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test, terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 56 menjadi 84, atau naik sebesar 50 persen. Hasil ini menunjukkan efektivitas metode sosialisasi berbasis visual teknis dan diskusi interaktif yang digunakan.
Kepala Lurah Terusan, Tio Amirul Adli, S.STP, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, program ini sangat relevan dengan kondisi wilayah yang memiliki beberapa titik genangan saat hujan lebat.
“Beberapa ruas lingkungan di Kelurahan Terusan memang mengalami genangan ketika curah hujan tinggi. Edukasi tentang sumur resapan ini menjadi solusi yang sangat baik karena dapat diterapkan di tingkat rumah tangga. Kami berharap pendampingan dari Polnep dapat berlanjut hingga tahap implementasi nyata,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah kelurahan sangat penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Antusiasme warga terlihat dari diskusi aktif mengenai lokasi ideal pembangunan sumur resapan serta estimasi biaya yang diperlukan. Beberapa peserta bahkan menyatakan kesiapan untuk mulai menerapkan teknologi tersebut secara bertahap.
Melalui program Desa Binaan yang berkelanjutan ini, Jurusan Teknik Sipil Polnep berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat ketahanan air desa serta mendukung terwujudnya Desa Tangguh Air di Kabupaten Mempawah.
Beranda / Berita / EDUKASI SUMUR RESAPAN, POLNEP DAMPINGI KELURAHAN TERUSAN WUJUDKAN DESA TANGGUH AIR
Polnep
EDUKASI SUMUR RESAPAN, POLNEP DAMPINGI KELURAHAN TERUSAN WUJUDKAN DESA TANGGUH AIR
6 Juli 2026
2 menit baca
Ully Sartika
343 tayangan
Bagikan: