Pontianak, Humas Polnep - Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) gelar Lokakarya Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) dan Berorientasi pada Sustainable Development Goals (SDGs) dalam rangka persiapan pembukaan Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Akuakultur dan Program Studi Sarjana Terapan Agribisnis Perikanan, pada Kamis (27/8).
Kegiatan dilaksanakan secara luring dan daring, dengan kegiatan luring bertempat di Accounting Hall Politeknik Negeri Pontianak, sementara peserta yang mengikuti secara daring bergabung melalui Zoom. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari unsur pimpinan, dosen, pemateri, serta pihak terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan, Jumadi Sudarso, S.St.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa lokakarya ini menjadi bagian penting dalam proses pengajuan usulan pembukaan dua program studi baru di Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan (IKP).
"Kegiatan hari ini adalah lokakarya kurikulum untuk mengajukan usulan pembukaan program studi baru, yaitu Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Akuakultur dan Program Studi Sarjana Terapan Agribisnis Perikanan," ujarnya.
Menurutnya, pembukaan dua program studi tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan Jurusan IKP agar semakin mampu berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional. Dengan hadirnya dua program studi ini, Jurusan IKP nantinya akan memiliki lima program studi yang saling melengkapi dari sektor hulu hingga hilir.
"Pada sektor hulu, nantinya terdapat Program Studi D3 Budidaya Perikanan, D3 Teknologi Penangkapan Ikan, dan Sarjana Terapan Teknologi Akuakultur. Sementara pada sektor hilir terdapat Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan dan Penyimpanan Hasil Perikanan serta Sarjana Terapan Agribisnis Perikanan," jelasnya.
Pembukaan program studi tersebut dinilai penting mengingat potensi sektor perikanan di Kalimantan Barat sangat besar. Selain memperkuat kemampuan produksi, diperlukan juga sumber daya manusia yang mampu mengembangkan strategi bisnis dan pemasaran agar produk perikanan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Pontianak, Assoc. Prof. Dr. Ir. H. Widodo PS, S.T., M.T., MCE., pada saat membuka acara tersebut menyampaikan dukungannya terhadap rencana pengembangan program studi baru. Ia menekankan agar penyusunan kurikulum tidak hanya berorientasi pada kebutuhan saat ini, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan perkembangan sektor perikanan untuk beberapa tahun ke depan. "Kita harus memikirkan kurikulum ini untuk lima tahun ke depan, jangan hanya untuk hari ini. Program studi ini harus tetap relevan sampai beberapa tahun ke depan," tegasnya.
Ia juga mendorong Jurusan IKP untuk menentukan arah pengembangan kedua program studi secara jelas, termasuk fokus kompetensi yang akan menjadi kekuatan masing-masing program studi. Menurutnya, pengembangan program studi baru harus dilakukan bersama-sama dengan semangat untuk memajukan Jurusan IKP.
"Ayo kita kembangkan Jurusan IKP dengan program studi yang baru. Kalau ada yang harus disempurnakan, ayo kita panggil pakarnya. Mari kita belajar agar mendapatkan ilmu yang baru," ajaknya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan sejumlah pemaparan dan pembahasan yang berkaitan dengan kebutuhan sumber daya manusia serta penyusunan kurikulum kedua program studi. Materi pertama disampaikan oleh Dra. Natalia Karyawati, ME. Dengan topik "Kebutuhan Kompetensi dan Kualifikasi SDM untuk Membangun Sektor Budidaya Perikanan dan Agribisnis Perikanan di Kalimantan Barat".
Selanjutnya, Sarmila, S.Pi., M.Si., menyampaikan pemaparan mengenai "Kurikulum Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Akuakultur", sedangkan Slamet Jumaedi, S.St.Pi., MP., memaparkan "Kurikulum Program Studi Sarjana Terapan Agribisnis Perikanan".
Pada sesi berikutnya, materi kurikulum disampaikan oleh perwakilan Politeknik Negeri Lampung, Dr. Ir. Nur Indariyanti, S.Pi., M.Si., ia memberikan pembahasan mengenai "Kurikulum Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Akuakultur", sedangkan Khoerul Fatoni, S.Pi., M.Si., memberikan pembahasan terhadap "Kurikulum Program Studi Sarjana Terapan Agribisnis Perikanan Politeknik Negeri Lampung".
Melalui lokakarya ini, Politeknik Negeri Pontianak berharap Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan dapat merancang kurikulum kedua program studi dengan matang serta mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri dan berkelanjutan. Selain itu, penyusunan kurikulum yang berorientasi pada OBE dan SDGs tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik dan praktik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor perikanan dan perekonomian masyarakat.
/