Pontianak, Humas Polnep – Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) menyelenggarakan The 2nd Hybrid International Conference on Construction, Materials, and Infrastructure (HICCMI) 2026 pada 3-4 November 2026 dengan mengangkat tema “Civil Engineering Challenges in Disaster & Hazard Mitigation”. Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan, hasil penelitian, serta pengalaman dalam bidang teknik sipil, konstruksi, material, dan infrastruktur.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diselenggarakan secara hybrid dengan menggabungkan partisipan secara luring dan daring. Langkah tersebut diambil agar akademisi, peneliti, praktisi, serta mahasiswa dari berbagai daerah maupun negara dapat berpartisipasi dalam forum internasional.
Konferensi internasional diselenggarakan karena saat ini tantangan pembangunan infrastruktur, terutama akibat perubahan iklim, bencana alam, dan berbagai risiko lingkungan semakin kompleks. Kondisi tersebut menuntut pengembangan inovasi dalam perencanaan, perancangan, pelaksanaan, hingga pemeliharaan infrastruktur agar lebih aman, tangguh, adaptif, dan berkelanjutan,
Wakil Ketua HICCMI, Ir. Qalbi Hafiyyan, S.T., M.T., menyampaikan bahwa konferensi ini tidak hanya menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana mempertemukan berbagai kalangan dalam membangun kolaborasi dan menghasilkan gagasan yang dapat diterapkan untuk menjawab tantangan pembangunan infrastruktur.
“Konferensi ini menjadi sarana untuk mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kebijakan dari berbagai institusi dan negara guna membangun kolaborasi serta menghasilkan gagasan dan solusi yang dapat diterapkan dalam menjawab tantangan pembangunan infrastrukturjelasnya,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa "Civil Engineering Challenges in Disaster & Hazard Mitigation" mengangkat tentang tantangan bidang teknik sipil dalam menghadapi bencana dan mitigasi bahaya. Fokus konferensi ini bagaimana teknologi, inovasi material, rekayasa konstruksi, serta pendekatan ilmiah dapat dimanfaatkan untuk mengurangi risiko bencana dan meningkatkan ketahanan infrastruktur.
Ir. Qalbi Hafiyyan, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa isu mitigasi bencana menjadi perhatian utama dalam konferensi ini karena bidang teknik sipil memiliki peran strategis dalam menciptakan infrastruktur yang aman dan mampu menghadapi berbagai ancaman, seperti banjir, gempa bumi, tsunami, hingga perubahan iklim.
“Mitigasi bencana dan pengurangan risiko bahaya menjadi fokus utama karena bidang teknik sipil memiliki peran strategis dalam menciptakan infrastruktur yang aman, tangguh, dan mampu menghadapi berbagai ancaman bencana, seperti banjir, gempa bumi, tsunami, dan perubahan iklim. Melalui inovasi teknologi, pengembangan material, perencanaan infrastruktur yang tepat, serta penerapan sistem peringatan dini dan solusi berbasis alam (Nature-Based Solutions), risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan,” ungkapnya.
Melalui pembahasan tersebut, HICCMI 2026 diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi dalam teknologi konstruksi dan pengembangan material, sekaligus menghasilkan solusi rekayasa yang dapat diterapkan untuk mitigasi bencana dan pengurangan risiko bahaya.
HICCMI 2026 menghadirkan sejumlah keynote speakers dari tiga negara, yaitu Indonesia, Taiwan, dan Malaysia. Kehadiran para akademisi tersebut memberikan perspektif yang beragam dalam membahas pengelolaan sumber daya air, solusi berbasis alam, ketahanan terhadap bencana banjir, hingga perencanaan bangunan evakuasi tsunami.
Adapun keynote speakers yang hadir dalam konferensi ini adalah:
1. Prof. Kuo Wei Liao, M.S., Ph.D. (National Taiwan University of Science and Technology) dengan materi “Evolving Perspectives on Water Management: Traditional Practices and Nature-Based Solutions”, yang membahas perkembangan pengelolaan sumber daya air melalui praktik tradisional dan pendekatan berbasis alam.
2. Prof. Dr. Ir. Henny Herawati, S.T., IPM. (Universitas Tanjungpura) dengan materi “Integrating Nature-Based Solutions and Water Resources Management for Resilience Risk”, yang membahas integrasi solusi berbasis alam dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan ketahanan terhadap risiko bencana.
3. Prof. Ir. Ts. Dr. Wardah Tahir (Universiti Teknologi MARA) dengan materi “Flood Disaster Resilience: Integrating Innovative Forecasting Technologies, Early Warning Systems, and Community Preparedness”, yang membahas ketahanan terhadap bencana banjir melalui teknologi prediksi, sistem peringatan dini, dan kesiapsiagaan masyarakat.
4. Ir. Puspita Rahmasari, S.T., M.T. (Politeknik Negeri Pontianak) dengan materi “Design of Vertical Evacuation Building Based on Tsunami Propagation”, yang membahas perencanaan bangunan evakuasi vertikal berdasarkan karakteristik penjalaran gelombang tsunami.
Selain menghadirkan keynote speakers internasional, konferensi ini juga diikuti oleh peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, akademisi, serta praktisi di bidang konstruksi dan infrastruktur. Keterlibatan pembicara dari tiga negara tersebut diharapkan dapat memperluas perspektif, memperkaya pertukaran ilmu pengetahuan, serta memperkuat jejaring dan kolaborasi akademik di tingkat internasional.
Konferensi ini juga diarahkan untuk mendorong lahirnya inovasi dalam teknologi konstruksi dan pengembangan material, sekaligus menghasilkan solusi rekayasa yang dapat diterapkan untuk mitigasi bencana dan pengurangan risiko bahaya.
Melalui penyelenggaraan The 2nd Hybrid International Conference on Construction, Materials, and Infrastructure (HICCMI 2026), Politeknik Negeri Pontianak berharap konferensi ini dapat menjadi awal terjalinnya kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, peneliti, praktisi, industri, dan pemerintah, baik di tingkat nasional maupun internasional.
/
