Pontianak, Humas Polnep - Jurusan Teknik Arsitektur Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) kembali melaksanakan pelatihan dan uji kompetensi bagi mahasiswa sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebelum memasuki dunia kerja. Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya ini diikuti sebanyak 65 mahasiswa dari tiga program studi.
Ketiga program studi tersebut terdiri dari Program Studi D3 Arsitektur, Sarjana Terapan Arsitektur Bangunan Gedung, dan Sarjana Terapan Desain Kawasan Binaan. Kegiatan ini ditujukan khusus mahasiswa tingkat akhir, sehingga sertifikat kompetensi yang diperoleh nantinya dapat menjadi sertifikat pendamping ijazah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan mahasiswa saat memasuki dunia kerja atau aktivitas profesional.
Ketua Afiliasi Jurusan Teknik Arsitektur Polnep sekaligus Quality Assurance (QA) Program Studi Sarjana Terapan Arsitektur Bangunan Gedung, Dewi Ria Indriana, S.T., M.T., menjelaskan bahwa pelatihan dan uji kompetensi tersebut merupakan bentuk pembekalan bagi mahasiswa agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan duni kerja.
Pada pelaksanaannya, masing-masing program studi menggunakan aplikasi dan skema sertifikasi yang berbeda sesuai dengan bidang kompetensinya. Program Studi D3 Arsitektur menggunakan aplikasi SketchUp. Pelatihan dan uji kompetensi dengan aplikasi tersebut telah dilaksanakan selama kurang lebih lima tahun melalui kerja sama dengan PT Vexa Dinamika Teknologi.
Sementara itu, Program Studi Sarjana Terapan Arsitektur Bangunan Gedung menggunakan aplikasi Archicad. Kerja sama dengan PT ACA Pacific telah berjalan selama kurang lebih lima tahun dan telah diperkuat melalui Memorandum of Understanding (MoU).
Adapun Program Studi Sarjana Terapan Desain Kawasan Binaan menggunakan aplikasi ArcGIS dan telah menjalankan program tersebut selama kurang lebih empat tahun. Program ini turut didukung melalui kerja sama dengan pihak penyedia layanan geospasial di tingkat pusat serta menggunakan skema sertifikasi yang berada di bawah naungan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Perbedaan juga terdapat pada mekanisme pelaksanaan uji kompetensi. Pada sertifikasi SketchUp dan Archicad, mahasiswa mengikuti ujian secara daring. Peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikat langsung dari perusahaan penyelenggara. Sementara bagi peserta yang belum lulus, diberikan kesempatan satu kali untuk mengikuti tes kembali.
Berbeda dengan kedua program studi tersebut, uji kompetensi pada Program Studi Sarjana Terapan Desain Kawasan Binaan dilaksanakan melalui skema sertifikasi BNSP. Setelah mengikuti pelatihan, mahasiswa akan menjalani uji kompetensi yang dilaksanakan langsung oleh tim asesor BNSP.
Dewi Ria Indriana, S.T., M.T., berharap kegiatan pelatihan dan uji kompetensi ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun sehingga mahasiswa Polnep memiliki nilai tambah ketika memasuki dunia kerja.
"Harapan saya dan jurusan, kegiatan pelatihan uji kompetensi ini dapat selalu berjalan setiap tahunnya. Sertifikat pendamping ijazah tersebut diharapkan benar-benar dapat digunakan mahasiswa dalam dunia kerja dan kegiatan lainnya setelah mereka lulus," ungkapnya.
Dari sisi pengakuan kompetensi, sertifikat yang diperoleh mahasiswa juga memiliki cakupan yang berbeda. Sertifikat SketchUp dan Archicad memiliki pengakuan internasional dari perusahaan penyelenggara, sedangkan sertifikasi ArcGIS dilaksanakan melalui skema nasional di bawah naungan BNSP.
“Diharapkan SDM kita terus berkembang, meningkat, dan semakin berkualitas. Jangan hanya sampai tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing secara internasional karena sertifikat yang diperoleh dapat digunakan secara internasional,” tambah Dewi Ria Indriana, S.T., M.T.,
Pada tahun ini, sebanyak 65 mahasiswa mengikuti program tersebut. Rinciannya, 29 mahasiswa dari Program Studi D3 Arsitektur, sekitar 20 mahasiswa dari Program Studi Sarjana Terapan Arsitektur Bangunan Gedung, dan sekitar 16 mahasiswa dari Program Studi Sarjana Terapan Desain Kawasan Binaan.
Melalui kegiatan ini, Jurusan Teknik Arsitektur Politeknik Negeri Pontianak berkomitmen untuk terus memberikan pembekalan kompetensi yang relevan dengan perkembangan industri. Dengan adanya sertifikasi yang diakui secara nasional maupun internasional, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga bukti kompetensi yang dapat memperkuat daya saing mereka dalam memasuki dunia kerja dan menghadapi tuntutan profesi di tingkat global.
/