Pontianak, Humas Polnep – Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) membagikan puluhan ribu liter air layak konsumsi secara gratis kepada seluruh civitas akademika dan masyarakat sekitar. Program tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian kampus terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan dalam memperoleh air bersih akibat kemarau panjang.
Direktur Politeknik Negeri Pontianak, Assoc. Prof. Dr. Ir. H. Widodo PS, S.T., M.T., MCE., menyampaikan bahwa aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian kampus terhadap civitas akademika dan masyarakat sekitar yang kesulitan mendapatkan air bersih, khususnya air untuk konsumsi.
“Kita menyikapi permasalahan yang ada di Pontianak, yaitu kurangnya air bersih siap minum dan antrean di mana-mana. Karena itu, kita maksimalkan Polnep untuk membantu civitas akademika dan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa air yang ada di Polnep Qua atau unit pengolahan air di Polnep saat ini tidak diperjualbelikan, karena program ini dilaksanakan khusus untuk membagikan air secara gratis kepada civitas akademika dan masyarakat agar terpenuhinya air bersih yang siap minum.
Direktur Politeknik Negeri Pontianak memastikan air yang dibagikan telah melalui pengujian laboratorium sebelum didistribusikan. Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan air baku maupun air hasil pengolahan memenuhi standar keamanan untuk dikonsumsi.
“Kita uji dulu air bakunya, apakah layak diminum atau tidak. Jika laboratoriumnya memberikan hasil yang layak, semuanya terpenuhi, dan aman, baru kita bagikan,” jelasnya.
Program penyediaan air layak konsumsi ini terlaksana melalui kerja sama dengan Perumda Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak dan Kodim 1207 Pontianak. Perumda berperan dalam menyiapkan air baku, sementara Kodim 1207 Pontianak membantu proses transportasi dan mobilisasi air dari Perumda menuju Polnep.
Air baku yang telah sampai di kampus kemudian diolah oleh tim ahli Polnep menggunakan teknologi pengolahan air yang tersedia di kampus sebelum dibagikan secara gratis kepada masyarakat dan civitas akademika.
Teknologi yang digunakan dalam proses tersebut adalah teknologi air minum heksagonal. Teknologi ini digunakan untuk membentuk gugusan molekul air menjadi formasi segi enam. Dalam proses pengolahannya, air melalui beberapa tahapan penyaringan menggunakan filter khusus.
Selain itu, pengolahan air dilakukan dengan sistem Reverse Osmosis (RO) dan alkali. Proses tersebut kemudian mengombinasikan penyaringan ketat air dengan penambahan mineral sehingga menghasilkan air yang memiliki sifat alkali dan berstruktur heksagonal.
Wakil Direktur Bidang Kerja Sama Politeknik Negeri Pontianak, Topan Prihantoro, S.T., M.T., menjelaskan bahwa pembagian air gratis tersebut setiap orang mendapatkan jatah maksimal dua galon selama persediaan air masih tersedia. Pembatasan ini dilakukan agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara merata oleh civitas akademika dan masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga menyampaikan bahwa program pembagian air layak konsumsi oleh Polnep tersebut tidak ditentukan waktunya, karena pelaksanaannya menyesuaikan dengan ketersediaan air baku yang diperoleh kampus.
“Kalau air bakunya lima hari, ya kita lima hari. Tapi jika air bakunya tersedia banyak dalam waktu yang cukup lama dan kita masih ada kemampuan untuk melakukan program ini, maka akan terus berlanjut,” ungkapnya.
Pembagian air ini diharapkan dapat sedikit meringankan kebutuhan civitas akademika dan masyarakat di tengah kondisi sulitnya mendapatkan air bersih atau layak konsumsi. Program ini akan terus dievaluasi berdasarkan ketersediaan air baku serta kemampuan Polnep dalam menjalankannya. Dengan demikian, pembagian air gratis dapat dilanjutkan selama pasokan air baku dan kemampuan pengolahan masih tersedia.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian Polnep terhadap civitas akademika maupun masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi untuk hadir dan memberikan manfaat di tengah kondisi yang dihadapi masyarakat.
/