Pontianak, Humas Polnep - Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) melalui Program Studi Budidaya Perikanan melaksanakan kegiatan pembukaan Sertifikasi Kompetensi dan Profesi pada Skema Sertifikasi Teknisi Pembesaran Ikan Catfish, pada Jumat (14/8) di TUK Sewaktu Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan. Kegiatan ini menjadi bagian dari asesmen kompetensi bagi mahasiswa Program Studi Budidaya Perikanan, khususnya calon wisudawan.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengukur kompetensi mahasiswa, tidak hanya dari sisi pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan bidangnya.
Pada skema Teknisi Pembesaran Ikan Catfish, terdapat 20 unit kompetensi yang dinilai. Kompetensi tersebut mencakup pemahaman mengenai biologi ikan catfish, proses budidaya, hingga berbagai kompetensi pendukung lainnya, termasuk pengelolaan kelistrikan dalam kegiatan budidaya.
Pemilihan skema ini juga melihat potensi budidaya ikan catfish di Kalimantan Barat. Catfish sendiri tidak hanya ikan lele, tetapi juga mencakup beberapa jenis ikan seperti patin, baung, dan jenis ikan berkumis lainnya. Namun, ikan lele menjadi salah satu jenis yang cukup populer di Kalimantan Barat dengan tingkat peminat yang cukup tinggi. Hal tersebut menjadi salah satu peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensinya dan memanfaatkannya di dunia kerja maupun usaha budidaya ikan.
Berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya, asesmen tahun ini menggunakan metode portofolio. Jika sebelumnya peserta dinilai melalui observasi atau praktik lapangan, tahun ini proses asesmen dilakukan berdasarkan portofolio yang dimiliki peserta.
Koordinator Program Studi D-3 Budidaya Perikanan, Sarmila, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan sertifikasi akan berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 18 sampai 21 Agustus 2026, dengan jumlah peserta 35 orang dan 7 asesor.
Sementara itu, Muhammad Habibi yang mewakili Kepala UPA Layanan Uji Kompetensi (LSP-P1) Politeknik Negeri Pontianak, Nur Fajar Febtysiana, S.P., M.MA., menyampaikan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan hal penting bagi mahasiswa dalam mengukur kemampuan yang dimiliki.
"Kegiatan ini sangat penting untuk mengukur kemampuan, tidak hanya dari sisi pengetahuan tetapi juga keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan kompetensi," ujarnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti proses uji kompetensi dengan sungguh-sungguh, percaya diri, jujur, serta tetap menjunjung tinggi keselamatan dan etika kerja.
Ketua Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan, Jumadi Sudarso, S.St.Pi., M.Si., juga memberikan pesan kepada seluruh peserta agar serius dan fokus mengikuti pelaksanaan uji kompetensi. Peserta diharapkan mampu mengatur waktu dengan baik agar seluruh kegiatan yang sedang dijalani tetap dapat terlaksana.
Selain itu, seluruh peserta ditargetkan akan memperoleh status kompeten. Sertifikat yang nantinya diperoleh diharapkan tidak hanya menjadi dokumen, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai bukti kompetensi yang dapat mendukung mahasiswa ketika masuk dunia kerja.
Melalui pelaksanaan kegiatan ini, Politeknik Negeri Pontianak berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses asesmen dengan baik dan memperoleh hasil yang maksimal, sehingga peserta dapat dinyatakan kompeten dan memiliki sertifikat kompetensi sebagai pendamping ijazah.
/