Pontianak, 14 September 2026 — Tim Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Politeknik Negeri Pontianak melaksanakan Rapat Koordinasi dan Pertemuan Akhir Tim Satgas PPKPT pada Senin, 14 September 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh anggota Satgas untuk melakukan koordinasi, evaluasi, serta menyatukan langkah dalam memperkuat pelaksanaan program pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan Politeknik Negeri Pontianak.
Rapat dipimpin oleh Ketua Satgas PPKPT Politeknik Negeri Pontianak, Muhammad Rafani, bersama jajaran anggota Satgas. Pertemuan membahas berbagai capaian program yang telah dilaksanakan, evaluasi kegiatan, kendala yang dihadapi, serta langkah strategis yang perlu dilakukan untuk meningkatkan efektivitas kerja Satgas ke depan.
Dalam pertemuan tersebut, ditekankan pentingnya membangun lingkungan perguruan tinggi yang aman, nyaman, inklusif, berintegritas, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, baik kekerasan fisik, psikis, seksual, perundungan, diskriminasi, maupun bentuk kekerasan lainnya.
Ketua Satgas PPKPT, Muhammad Rafani, menegaskan bahwa keberadaan Satgas bukan hanya sebatas memenuhi amanat kebijakan, tetapi merupakan bagian penting dari upaya bersama untuk menciptakan budaya akademik yang sehat dan saling menghargai.
“Pencegahan kekerasan membutuhkan komitmen dan kerja bersama. Satgas harus hadir sebagai bagian dari solusi, memberikan edukasi, pendampingan, serta memastikan terciptanya lingkungan kampus yang aman bagi seluruh sivitas akademika,” demikian semangat yang menjadi dasar koordinasi tim.
Pertemuan akhir ini sekaligus menjadi ruang refleksi bagi seluruh anggota Satgas untuk memperkuat soliditas dan komitmen dalam menjalankan tugas. Berbagai masukan dan rekomendasi yang muncul diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan untuk pelaksanaan program PPKPT selanjutnya.
Dengan terlaksananya rapat koordinasi dan pertemuan akhir ini, Tim Satgas PPKPT Politeknik Negeri Pontianak berkomitmen untuk terus meningkatkan sinergi dan membangun kesadaran bersama bahwa kampus yang aman dan bebas kekerasan merupakan tanggung jawab seluruh warga perguruan tinggi.
Bersama Satgas PPKPT, wujudkan Politeknik Negeri Pontianak sebagai lingkungan pendidikan yang aman, bermartabat, inklusif, dan berbudaya saling menghormati.
/