Pontianak, Humas Polnep - UPA Layanan Uji Kompetensi (LSP-PI) Politeknik Negeri Pontianak menggelar Workshop Penyusunan Perangkat MUK Format 2023 selama dua hari, mulai dari tanggal 5 hingga 6 Mei 2026, di Ruang Kerinci, Jurusan Administrasi Bisnis. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan asesmen dan sertifikasi kompetensi di lingkungan kampus.
Workshop secara resmi dibuka pada hari pertama yang dihadiri oleh jajaran pimpinan, staf, serta peserta yang merupakan dosen bersertifikat asesor kompetensi. Terlihat puluhan peserta mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias, mengingat pentingnya penyesuaian perangkat asesmen dengan standar terbaru yang ditetapkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk mendukung proses asesmen kompetensi yang berkualitas.
Kepala UPA Layanan Uji Kompetensi (LSP-PI), Nur Fajar Febtysiana, S.P., M.MA., menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pembaruan format MUK 2023 serta ditemukannya sejumlah kendala dalam penyusunan perangkat asesmen di lapangan. "Workshop ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan asesmen dan sertifikasi kompetensi sesuai standar baru. Masih ada kendala seperti ketidaksesuaian dokumen dengan skema sertifikasi serta kurangnya pemahaman terhadap format terbaru, sehingga perlu adanya standarisasi perangkat uji agar proses sertifikasi berjalan lebih efektif," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa penyusunan perangkat MUK akan disesuaikan dengan format terbaru yang memiliki peran penting dalam menjamin kualitas proses uji kompetensi. "Perangkat MUK menjadi dasar utama agar asesmen kompetensi berjalan lancar dan sesuai ketentuan. Format 2023 ini dirancang agar lebih selaras dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga hasil uji kompetensi benar-benar mencerminkan kemampuan peserta," tegasnya.
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta akan mendapatkan materi terkait konsep dan teknis penyusunan MUK, sekaligus melakukan praktik langsung penyusunan perangkat. Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama yaitu Esty Wahyuni, beliau merupakan Master Asesor dari BNSP yang telah berpengalaman dalam bidang asesmen kompetensi serta pengembangan skema sertifikasi.
Melalui workshop ini, para peserta diharapkan bisa meningkatkan kompetensi dosen asesornya agar mampu memahami dan menyusun perangkat MUK sesuai format 2023. Selain itu, kegiatan ini juga menjawab berbagai tantangan yang muncul akibat pembaruan regulasi yang ada. "Kami berharap peserta mampu memahami ketentuan penyusunan MUK format 2023 serta dapat mengimplementasikannya dalam uji kompetensi nantinya. Dengan begitu, kualitas asesmen akan meningkat dan dapat mencetak lulusan vokasi yang kompeten, profesional, dan berdaya saing tinggi," tambahnya.
Lebih lanjut, Kepala UPA Layanan Uji Kompetensi (LSP-PI) berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu uji kompetensi di Politeknik Negeri Pontianak (POLNEP) dengan perangkat asesmen yang lebih relevan, berjalan sesuai sistematis, akuntabel, serta memiliki kredibilitas yang tinggi.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Politeknik Negeri Pontianak (POLNEP) berharap seluruh peserta mampu menghasilkan perangkat MUK sesuai standar, sistematis, dan siap digunakan dalam uji kompetensi. Workshop ini juga menjadi bentuk komitmen UPA Layanan Uji Kompetensi (LSP-PI) dalam mendukung peningkatan kualitas lulusan POLNEP.
Beranda / Berita / UPA LAYANAN UJI KOMPETENSI POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK GELAR WORKSHOP PENYUSUNAN PERANGKAT MUK FORMAT 2023
Polnep
UPA LAYANAN UJI KOMPETENSI POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK GELAR WORKSHOP PENYUSUNAN PERANGKAT MUK FORMAT 2023
5 Mei 2026
3 menit baca
Ully Sartika
64 tayangan
Bagikan: