Pontianak, Humas Polnep - 163 mahasiswa Jurusan Teknik Arsitektur Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) mengikuti kegiatan yudisium setelah berhasil menyelesaikan rangkaian pendidikan di bangku perkuliahan. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Mercure pada Rabu (23/9) tersebut menjadi awal bagi mahasiswa untuk memasuki perjalanan baru.
Yudisium tersebut diikuti oleh mahasiswa dari tiga program studi, yaitu 60 mahasiswa dari Program Studi D3 Teknik Arsitektur, 37 mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Desain Kawasan Binaan, dan 66 mahasiswa dari Program Studi Sarjana Terapan Arsitektur Bangunan Gedung.
Kegiatan ini menjadi salah satu momen penting bagi para mahasiswa sebelum melangkah ke tahap berikutnya. Seteleh menyelesaikan pendidikan, mereka tidak lagi mengejar deadline, maupun revisi tugas, tetapi akan memasuki dunia yang memiliki tantangan berbeda di dunia kerja.
Ketua Jurusan Teknik Arsitektur, Chandra Bayu, S.T., M.T., dalam sambutannya mengatakan bahwa yudisium bukanlah akhir dari perjalanan mahasiswa. Sebaliknya, yudisium menjadi awal bagi mahasiswa untuk menghadapi berbagai tantangan baru setelah menyelesaikan pendidikan. "Yudisium bukanlah akhir dari segalanya, tetapi awal dalam perjuangan kalian," ujarnya.
Ia mengingatkan para peserta yudisium jangan pernah berhenti belajar. Menurutnya, perkembangan teknologi dan metode dalam dunia arsitektur terus bergerak sehingga lulusan harus mampu mengikuti perkembangan tersebut.
Selain keterampilan dan pengetahuan, integritas juga ditekankan kepala para peserta yudisium. Integritas dinilai penting untuk membangun kepercayaan ketika mahasiswa nantinya terjun ke dunia kerja.
"Teruslah belajar karena teknologi, metode, dan perjalanan terus bergerak. Kemudian jaga integritas, karena ilmu yang disertai integritaslah yang membuat kita dipercaya," katanya.
Para lulusan juga diminta tidak takut memulai karier dari bawah. Menurutnya, setiap orang memiliki proses dan perjalanan masing-masing sebelum mencapai puncak keberhasilan.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dede Irwan, S.T., M.T., memberikan pesan yang sama. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yudisium yang telah menyelesaikan perjalanan panjang di Jurusan Teknik Arsitektur.
Menurutnya, menyelesaikan pendidikan bukan berarti perjuangan telah berakhir. Justru setelah lulus, mahasiswa akan memasuki fase baru dengan tantangan yang berbeda. "Ini bukan akhir dari perjuangan, tetapi awal dari perjuangan yang sesungguhnya," tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa pengalaman selama menjalani perkuliahan di Jurusan Teknik Arsitektur menjadi salah satu proses dalam membentuk mental mahasiswa. Tidak semua mahasiswa yang memulai perkuliahan di jurusan tersebut bisa sampai tahap yudisium, sehingga mereka yang berhasil menyelesaikan perkuliahan patut menghargai proses yang telah dilalui.
Dede Irwan, S.T., M.T., juga mengingatkan bahwa kondisi dunia kerja berbeda dengan dunia pendidikan. Menurutnya, mahasiswa perlu mempersiapkan mental karena tuntutan di tempat kerja akan lebih nyata dan membutuhkan tanggung jawab yang besar.
"Kita memang harus kuat mental untuk kuliah di Jurusan Teknik Arsitektur. Mental adalah kunci untuk adik-adik di dunia kerja," katanya.
Selain mental, keberanian untuk melangkah juga menjadi salah satu bekal yang penting. Para lulusan diminta untuk berani mencoba, mengambil kesempatan dan terus berusaha menjadi lebih baik. Ia juga berharap seluruh peserta yudisium dapat membawa nama baik jurusan serta bisa menjadi lulusan yang mampu berkembang di dunia kerja.
Selain itu, Alifah Febrianty, mahasiswa peraih IPK terbaik turut menyampaikan pesan dan kesan mewakili mahasiswa yang mengikuti yudisium. Dalam sambutannya, ia mengajak teman-temannya untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui selama menjadi mahasiswa. Baginya, yudisium bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi kesempatan untuk mengapresiasi berbagai proses dan perjuangan yang telah dilalui bersama.
"Hari ini adalah hari yang harus kita apresiasi, bukan karena kita di ujung perkuliahan, tetapi karena di balik pencapaian ini begitu banyak cerita, perjuangan, dan proses yang telah kita lalui bersama," ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para dosen yang selama ini telah memberikan bimbingan, masukan, koreksi, hingga revisi yang menjadi bagian dari proses perkuliahan. "Terima kasih telah menjadi bagian penting dari perjalanan kami sampai di titik ini," ucapnya.
Tak lupa ia menyampaikan ucapan kepada orang tua dan keluarga. Menurutnya, pencapaian yang diraih tidak lepas dari doa, dukungan, pengorbanan dan kepercayaan orang tua selama proses pendidikan.
"Pencapaian ini mungkin tertulis atas nama kami, tetapi di dalamnya ada begitu banyak cinta, doa, dan pengorbanan dari Bapak dan Ibu," katanya.
Alifah juga mengajak seluruh peserta untuk tidak melupakan berbagai pengalaman yang telah dilalui bersama. Ia mengungkapkan bahwa selain pencapaian akademik, masa perkuliahan juga memberikan kenangan dan mempertemukan mereka yang menjadi bagian dari perjalanan perkuliahan.
Dengan berakhirnya kegiatan yudisium di Jurusan Teknik Arsitektur, ratusan mahasiswa selanjutnya akan melangkah ke fase baru. Politeknik Negeri Pontianak berharap pengetahuan, pengalaman, dan proses yang telah diperoleh dapat menjadi bekal bagi para calon wisudawan untuk menghadapi dunia kerja dan tantangan berikutnya.
/