IISMA Edisi Vokasi 2022 & AMINEF 2022: 6 Mahasiswa Polnep ke Korea Selatan, Eropa dan Amerika

Image

by ully sartika 2 minggu yang lalu 2 comments 332 views

6 Mahasiswa Polnep Mendapatkan Beasiswa Belajar ke Luar Negeri melalui 2 beasiswa yang berbeda: IISMA Edisi Vokasi 2022 & AMINEF 2022. Mahasiswa terpilih akan belajar di universitas ternama di Korea Selatan, Inggris, Jerman dan Amerika.
Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) Edisi Vokasi tahun 2022 telah meloloskan 5 mahasiswa polnep dari 3 jurusan untuk belajar dan magang di Perguruan tinggi dan industri di Korea Selatan, Inggris dan Jerman. 2 orang mahasiswa Jurusan Teknik Arsitektur: Febry Oktaviani dan Ichsan Al Hafiz diterima di University of Portsmouth (Inggris) dan International University of Applied Science (Jerman), ungkap M. Ali Koordinator Urusan Internasional.
Lebih lanjut Ali menjelaskan, bahwa 2 orang mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis sebagai awardees yaitu Muhammad Izharul Haq dan Jumirah Febrianti untuk belajar di International University of Applied Science (Jerman) dan Hanbat National university (Korea Selatan). Untuk mahasiswa Jurusan Akuntansi akan menuju Inggris untuk belajar di Coventry University.
Ke lima awardees (penerima beasiswa) dari Polnep merupakan bagian dari 410 awardees dari Perguruan Tinggi Vokasi seluruh Indonesia yang tersaring dari sejumlah 900 mahasiswa yang lolos ke fase wawancara setelah dilaksanakan seleksi administratif kepada 3.175 pendaftar Program unggulan Ditjen Vokasi, ujar Ali.
IISMA Edisi Vokasi merupakan program Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang disecara resmi diluncurkan pada bulan April 2022, ungkapnya. Program yang mempunyai motto Learning in Collaboration with Industry itu bekerja sama dengan 46 perguruan tinggi di Korea Selatan, Inggris, Malaysia, Taiwan, Irlandia, Prancis, Australia, Amerika Serikat, Hungaria, Jerman dan Turki. Program ini menjadi salah satu implementasi dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bagi mahasiswa vokasi di Indonesia untuk belajar selama satu semester di kampus luar negeri sekaligus magang di industri yang menjadi mitra kampus tersebut.
Dikatakannya, bahwa satu orang mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis, Qori Asa Fadila, terpilih sebagai penerima beasiswa the Global Undergraduate Exchange Program (Global UGRAD) yang didanai oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat melalui American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF). Beasiswa yang dimaksudkan untuk meningkatkan saling pengertian antara Amerika Serikat dan negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Dijelaskannya, melalui pertukaran Pendidikan ini mendanai awardees nya untuk belajar di perguruan tinggi di Amerika selama 1 semester. Qori bersaing dengan mahasiswa yang berasal dari 60 lebih negara di dunia seperti: Singapura, Mesir, Saudi Arabia, Libanon, Ukraina, Palestina, Cina, Nigeria dan Venezuela untuk mendapatkan satu tempat dari 250 kuota beasiswa yang tersedia.
Direktur Polnep H. Muhammad Toasin mengatakan bahwa Program kementerian khususnya Direktorat Pendidikan Vokasi tahun ini membuka peluang dalam implementasi kurikulum merdeka belajar dan kampus merdeka yaitu magang mahasiswa di industri, kemudian ada di perguruan tinggi baik dalam dan luar negeri.  Menurutnya, tahun ini pembiayaan magang mahasiswa atau masuk di perguruan tinggi dan industri luar negeri selama beberapa semester yang dibiayai langsung oleh Kementerian ristekdikti (Dirjen Vokasi). Politeknik Negeri Pontianak yang mendaftar 9 orang yang lulus 5 orang.
Dijelaskannya,  2 orang  di Universitas di Inggris, ada 2 orang di perguruan tinggi di Jerman, 1 orang di perguruan tinggi di Korea. Semuanya itu menjadi duta-duta mahasiswa dari Politeknik Negeri Pontianak yang diharapkan bisa memberikan citra positif bagi Politeknik Negeri Pontianak bahwa mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak bisa menjadi mahasiswa Internasional.
Selama ini Politeknik Negeri Pontianak sudah melakukan menjalin kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di Prancis untuk pertukaran mahasiswa. Dan sudah berlangsung beberapa tahun, namun karena pandemic dalam 2 tahun ini tidak terlaksana, ungkapnya.
Direktur Polnep mengatakan, untuk mahasiswa yang akan dikirim dobiayai Dirjen Vokasi, namun Polnep juga memberikan bantuan pengurusan termasuk paspor dan lainnya yang tidak ditanggung oleh Kementerian (Dirjen Vokasi). Program ini merupakan salah satu program unggulan di Kementerian (Dirjen Vokasi). Program ini berkelanjutan dan mahasiswa Polnep setiasa mahasiswa diterima, ungkapnya berharap.
Dia juga berharap, program ini bisa berkelanjutan dan mahasiswa yang dikirim terdiri dari beberapa Jurusan. Ini dapat memberikan kepercayaan bagi mahasiswa Polnep bisa berkiprah di internasional. Yang dikirim saat ini bisa sampai 2 semester karena ada yang magang di industri.
(Erwandi/Humas)



Tags: No Tags

2 Comments


Leave a Comment

Recent Posts