PERESMIAN GEDUNG KULIAH TERPADU POLNEP

Image

by ully sartika 1 tahun yang lalu 1305 comments 3076 views

Alhamdulillah penyelesaian gedung kuliah terpadu telah selesai dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Gedung ini dimulai pelaksanaan tahun 2013 di tahap I dengan anggaran Rp 15, 6 Miliar dan dilanjutkan di tahap ke-2 tahun 2015 dengan anggaran Rp 70, 88 Miliar dan terhenti beberapa tahun. Alhamdulillah Kementerian Ristek Dikti dan Kementerian PUPR mendapat alokasi anggaran di tahun 2020/2021. Dalam pelaksanaan di tahap ke tiga kerja kontruksi menelan biaya Rp 69,90 Miliar. Jadi kalau di totalkan pembangunan Gedung Kuliah Terpadu Polnep kerja kontruksinya kurang lebih Rp 156 Miliar , ujar Direktur Polnep H. Muhammad Toasin Asha mengawali sambutannya pada peresmian Gedung Kuliah Terpadu Politeknik Negeri Pontianak, Selasa 27 September 2022.

Menurutnya, pembangunan gedung ini sangat besar dan aset bagi Politeknik Negeri Pontianak. Oleh karena itu, Saya mengajak seluruh sivitas akademika untuk merawat dan menjaga gedung ini. Perawatan gedung ini sangat besar, dan karena itu pemanfaatan gedung ini proses pembelajaran di mulai tahun ini (2022). Penyelesaian pembangunan Gedung Kuliah Terpadu Polnep merupakan aset  yang harus dimanfaatkan dengan baik. Dan Politeknik Negeri Pontianak akan mencanangkan (2022) menjadi  Badan Layanan Umum (BLU), termasuk perubahan Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK), ujarnya. 

Gedung Kuliah Terpadu Polnep masih harus dilengkapi fasilitas pembelajarannya  yaitu sarana dan prasarana termasuk aula yang belum terpenuhi. Oleh karena itu, kami berharap Kementerian dalam hal ini Dirjen Vokasi dapat  membantu fasilitas yang dibutuhkan, ujarnya berharap. Atas nama sivitas akademika mengucapkan terima kasih kepada Bapak Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia Kemenristekdikti yang telah bersedia hadir mewakili ibu Dirjen. Dan terima kasih kami sampaikan kepada Ibu Direktur Prasarana Strategi Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR Ir. Essy Asiah, M.T, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalbar Deva Kurnawan Rahmadi, ST, M.Sc.

Sementara itu, Direktur Prasarana Strategi Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Ibu Ir. Essy Asiah, M.T mengatakan, kami melaksanakan kegiatan ini berdasarkan Perpres Nomor: 43 tentang Pembangunan Rehabilitasi atau Renovasi Pasar Rakyat, Prasarana Perguruan Tinggi, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Ungkapnya. Pembangunan ini merupakan pembangunan tahap ke-3 dan alhamdulilla telah selesai. Dan ini menjadi peningkatan kualitas untuk Politeknik Negeri Pontianak. 

Lebih lanjut Ibu Essy Asiah mengungkapkan bahwa Politeknik Negeri Pontianak menjadi incaran generasi muda seluruh Indonesia tidak hanya di Kalimantan Barat. Kita berharap dengan terbangunnya fasilitas tambahan di Polnep menjadi satu hal yang membanggakan, apalagi aula dapat menampung wisudawan 2.000 orang, ujarnya. 

Bangunan Gedung Kuliah Terpadu Politeknik Negeri Pontianak akan kami berikan Sertifikat Layak Fungsi, ini kita berikan sesuai standar bangunan teknis dan tentunya kedepan harus disertifikat lagi SLF (Sertifikat Laik Fungsi) yang sekarang kita kenal. SLF ini merupakan sertifikat kelaikan fungsi bangunan gedung sebelum bangunan gedung tersebut di manfaatkan dan ini merupakan garansi dari pemerintah bahwa gedung ini layak difungsikan, ungkap Essy Asiah. Berfungsinya gedung ini harus total dan mebeler harus dilengkapi segera, ujarnya berharap. 

Kita sudah bangun dan total biaya yang sangat besar dan tugas kita adalah bagaimana menjaga dan memelihara gedung ini dengan sebaik-baiknya. Jika dipelihara dengan baik, tentunya umur gedung ini akan lebih panjang, ujarnya berharap. Dalam tahun ini gedung kuliah terpadu Polnep kita alih statuskan karena gedung ini miliki Kemendikbud dan waktu dekat akan kita selesaikan, ungkapnya. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Politeknik Negeri Pontianak atas kerjasamanya sehingga gedung kuliah terpadu dapat diselesaikan.

Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Vokasi mengatakan gedung ini dirawat dengan baik dan penghijauan terus ditingkatkan sehingga mahasiswa menjadi betah. Politeknik Negeri Pontianak saya masuk kawasannya sudah nyaman dan saya percaya mahasiswa bangga belajar di sini (Polnep), dibandingkan dengan Politeknik lain, ujarnya. 

Gedung ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, pendidikan vokasi mempunyai tanggung jawab yang sangat besar. Ini terjadi transformasi pendidikan periode ke-2 Presiden Jokowi dimana di periode ini ada Direktorat Pendidikan Vokasi, sebelumya tidak ada. Dalam perjalannya banyak terobosan-terobosan yang harus dilakukan oleh Vokasi karena harus siap menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas yang siap untuk bekerja dan siap untuk membuka lapangan kerja, ungkapnya. Sekarang sudah banyak kami (Dirjen Vokasi) melalui Perpres nomor: 68 percepatan revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi, termasuk Politeknik ada di dalamnya. Ini tugas-tugas yang sekarang kami (Vokasi) lakukan, baik dari sisi  sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana. Karena Politeknik tanpa sarana dan prasarana memadai, tanpa laboratorium, praktek yang memadai percuma, sebab Politeknik lebih banyak prakteknya daripada teori, ungkapnya. Oleh karena itu, peralatan sangat diperlukan di Poltek dan ini terus kita upayakan mengingat beberapa peralatan harus diperbaharui sesuai yang ada di industri-industri.

Politeknik sebagai pendidikan vokasi harus bekerjasama dengan industri, baik dalam penyusunan kurikulum, dosen-dosen industri dan tanpa keterlibatan industri pendidikan vokasi tidak ada apa-apanya, tegas dia. Dan Perpres nomor 68 keterlibatan industri ada di dalamnya. Bagaimana Poltek melakukan pendekatan dengan industri, ujarnya berharap.

(Erwandi – Pranata Humas Ahli Madya)


Tags: No Tags

1305 Comments


Leave a Comment

Recent Posts