PERESMIAN GEDUNG KULIAH TERPADU POLNEP OLEH DIRJEN DIKSI

Image

by ully sartika 1 minggu yang lalu 1 comments 143 views

Sabtu 29 Juni 2024, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Dr. Ir. Kiki Yuliati, M.Sc. meresmikan gedung kuliah terpadu Polnep. Tiba di gedung kuliah terpadu Polnep Dirjen Diksi disambut dengan tarian selamat datang yang dipersembahkan oleh UKM Seni Polnep, dilanjutkan dengan pengalungan syal oleh Ketua Senat Polnep Prof. Dr. Ir. Hj. Nurmala, M.M. Rombongan selanjutnya mengikuti room tour ke beberapa ruangan yang ada di gedung kuliah terpadu Polnep, untuk menuju tempat acara peresmian yang berada di ruang aula. Acara peresmian turut dihadiri juga oleh jajaran manajeman Polnep, ASN, PPNPN, serta perwakilan mahasiswa dari delapan jurusan yang ada di Polnep. Tiba di ruang aula rombongan kembali disuguhkan tarian adat melayu yang dipersembahkan oleh UKM Seni Polnep. Selanjutnya penyelenggara kegiatan menayangkan video serah terima operasional gedung dari Kementerian PUPR ke Polnep pada tahun 2022. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan seluruh undangan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian mendengarkan lagu Mars Polnep yang dipersembahkan oleh paduan suara dari UKM Seni Polnep. Untuk kelancaran kegiatan acara dan mendapatkan ridho dari Allah Subhanahu wa ta'ala, Ustadz Dr. Didik M. Nur Haris, Lc., M.A. didaulat untuk memimpin doa.

Direktur Polnep Dr. H. Widodo PS, S.T., M.T. dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Dirjen Diksi yang telah menyempatkan diri memenuhi undangan dari Polnep untuk menghadiri acara peresmian ini. Besar harapan Direktur dalam kesempatan berbahagia ini, Bu Dirjen Diksi juga dapat membantu salah satu permasalahan yang dihadapi Polnep yaitu penyelesaian gedung auditorium yang masih terbengkalai sampai dengan hari ini.

Selanjutnya sambutan dari Dirjen Diksi Dr. Ir. Kiki Yuliati, M.Sc., dalam sambutannya beliau menyampaikan ini adalah kali pertamanya bisa berkunjung ke Politeknik Negeri Pontianak, setelah dua kali jadwal kunjungan yang sudah direncanakan terpaksa dibatalkan secara mendadak. Bu Dirjen menyampaikan Polnep itu penting dan polnep itu "peace of mind", sudah tenang pikiran kalau mikirin Polnep. Ini terbukti karena pada penerimaan mahasiswa baru jalur SNBT tahun 2024, Polnep menduduki peringkat 12 dari 44 Politeknik Negeri seluruh Indonesia dengan pendaftar 6400 orang. Dari pantauan SINDE (Sistem Naskah Dinas Elektronik) juga tidak pernah ditemukan surat yang bernada negatif tutur Bu Dirjen. Dari para mahasiswa polnep juga terus berdatangan informasi-informasi mengenai prestasi yang berhasil diraih baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional. Bu Dirjen mengucapkan terima kasih untuk pencapaian yang sudah berhasil diraih oleh Polnep. Gedung kuliah terpadu Polnep mulai dibangun pada tahun 2013 dengan anggaran tahap kesatu sebesar 15,6 Miliar. Dilanjutkan pada tahun 2015 tahap kedua dengan anggaran 70,8 Miliar. Lalu Tahap ketiga pada tahun 2021 dengan anggaran 70,99 Miliar, sehingga gedung ini bisa diselesaikan dengan total anggaran 156 Miliar dalam waktu pengerjaan 11 tahun.  

Dalam kesempatan ini Bu Dirjen juga memberikan pengarahan tentang peran Perguruan Tinggi Vokasi di Era Society 5.0. Pada tahun 2050 Indonesia akan mengalami penurunan jumlah penduduk usia 0-14 tahun, sebaliknya penduduk usia lanjut diproyeksi mencapai 20,31% atau setara 72,03 juta dari total seluruh penduduk Indonesia. Dengan bertambahnya penduduk usia lanjut ini akan menjadi beban yang cukup berat. Indonesia 2045 diproyeksikan akan menjadi Indonesia emas dengan memperoleh bonus demografi, namun dari data kemendikbudristek pada tahun 2023 APK (Angka Partisipasi Kasar) Pendidikan Tinggi cuma berada di angka 31,45%. Kondisi lulusan dunia kerja saat ini secara statistik ketika memulai karir 85,1% mendapatkan kesempatan kerja diperoleh dari jejaring. Hanya <30% pekerja yang dapat bekerja bidang yang selaras atau agak selaras dengan bidang studinya, baik pekerja pemula (usia 19-29) maupun yang pada jenjang madya (usia 30+). Sekitar 12,67% dari total penduduk bekerja berpendidikan tinggi (diploma ke atas). Mikro-kredensial, sertifikat kompetensi dan berbagai opsi pembelajaran yang lebih terjangkau dan fleksibel semakin diminati dan semakin penting untuk mewujudkan SDM unggul yang senantiasa relevan.

Dengan tantangan yang semakin besar, di masa depan yang diperlukan model pendidikan tinggi seperti apa. Pendikan yang borderless, menggunakan teknologi, biaya terjangkau, program singkat, dan experiential learning. Pendidikan vokasi masa depan harus menggunakan teknolgi sebagai enabler, integrasi antar jenjang, pembelajaran kontekstual, mikro kredensial, dan lifelong learners. Layanan pendidikan vokasi masa depan : (1). Initial development : meraih kompetensi sebagai persiapan meraih pekerjaan dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan, (2). Upskilling : meningkatkan kompetensi sesuai tuntutan pekerjaan, (3). Refinement : menguatkan keahlian/kapasitas kerja untuk mengerjakan tugas tertentu, (4). Reskilling : mengganti kompetensi sesuai kebutuhan baru pekerjaan.

Tags: No Tags

1 Comments


Leave a Comment

Recent Posts