POLNEP SELENGGARAKAN BUSINESS MATCHING & DEMO DAY

Image

by ully sartika 1 bulan yang lalu 234 comments 397 views

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi telah menetapkan kebijakan Kampus Merdeka sebagai bentuk transformasi pendidikan tinggi.  Sasaran yang ingin dicapai melalui transformasi pendidikan tinggi adalah (1) meningkatnya kualitas lulusan pendidikan tinggi, (2) meningkatkan kualitas dosen pendidikan tinggi, dan (3) meningkatkan kualitas kurikulum dan pembelajaran yang diukur melalui delapan Indikator Kinerja Utama (8 IKU) yang ditetapkan melalui Kepmendikbud No 03/M/2021 mencakup: (a) lulusan mendapatkan pekerjaan yang layak, (b) mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus, (c) dosen berkegiatan di luar kampus, (d) praktisi mengajar di dalam kampus, (e) hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat atau mendapat rekognisi internasional, (f) program studi bekerja sama dengan mitra kelas dunia, (g) kelas yang kolaboratif dan partisipatif, dan (h) program studi berstandar internasional, ungkap Direktu Politeknik Negeri Pontianak H.M. Toasin Asha saat mengawali sambutannya membuka kegiatan Business Matching & Demo Day Matching Fung Vokasi di Hotel Mercure Pontianak, 08 Desember 2022. Kegiatan dihadiri para Pembantu Direktur III, Dekan Faperta UNTAN, Pimpinan Bank Indonesia, TOPDAM XII Tanjungpura, Kepala Pembina Potensi Dirgantara, Ka. Kanwil KEMENKUMHAM Prov Kalbar, DJKN 26. BPN Provinsi Kalimantan Barat, BPTP Balitbangtan Kalbar, Dinas Penanaman Modal PTSP Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Prov. Kalbar, dan para Kepala Desa Kabupaten Kubu Raya. 

Lebih lanjut Direktur Polnep mengungkapkan, untuk mewujudkan transformasi pendidikan tinggi, melalui 8 IKU, tersebut di atas, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melakukan terobosan melalui Matching fund untuk kerja sama dengan Mitra. Matching fund diprioritaskan untuk kemitraan yang memiliki dampak terbesar terhadap 8 IKU. Program Matching fund diharapkan akan mendorong terbentuknya ekosistem kolaborasi yang lebih erat dan terakselerasi antara kampus, Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) untuk mengembangkan konektivitas pengembangan ilmu dan teknologi di perguruan tinggi dengan industri.

Program Matching fund melalui platform Kedaireka dirancang sebagai sebuah ekosistem yang memberi ruang bagi dosen bertemu dengan pelaku industri, berbincang layaknya sedang berada di sebuah kedai, lalu membentuk kolaborasi dan melahirkan gagasan gagasan inovatif. Lebih lanjut, implementasi gagasan tersebut dijalankan dengan skema pendanaan matching fund, yang artinya Satu rupiah yang dikeluarkan oleh industri akan diiringi dengan satu rupiah dari pemerintah, ujarnya.

Diungkapkannya, bahwa Program Matching Fund juga memiliki sasaran untuk pengembangan metode pembelajaran mahasiswa. Mahasiswa diajak terlibat langsung dengan DUDI melalui model pembelajaran di dalam Teaching Factory/Teaching Industry. Dengan demikian mahasiswa akan mendapatkan pengalaman praktik sekaligus pembelajaran berbasis proyek atau Project-Based Learning. Yang mana salah satunya yang berkesempatan di fasilitasi melalui program MF kali ini adalah Prodi Teknik elektronika , jurusan elektronika dengan pihak DUDI adalah PT.ARAH TEKNOLOGI INDONESIA yang juga adalah alumuni jurusan elektronika Politeknik Negeri Pontianak

Sebagai penyelengara pendidikan tinggi vokasi, bahwa Kompetensi SDM unggul dapat diperoleh dengan memberikan pengalaman aktual kepada mahasiswa selama proses pembelajaran. Melalui program ini, mahasiswa dilibatkan bersama Dosen dan Industri dalam mencari jawaban atas permasalahan-permasalahan bersama baik yang ada di Industri maupun pada proses pembelajaran. Mahasiswa dapat berkontribusi langsung dalam proses adaptasi dan pemanfaatan reka cipta dengan harapan ketika lulus, dapat menjadi manusia yang tidak hanya berkarakter, namun juga produktif dan solutif karena telah bersentuhan dengan kebutuhan dan permasalahan-permasalahan yang riil di industri atau DUDI, ujarnya berharap.

Melalui kemitraan yang kuat antara dunia pendidikan dan DUDI yang mampu menghasilkan luaran berbasis produk sebagai upaya menciptakan ekosistem inovasi yang akan meningkatkan link and match antara keduanya. Kolaborasi ini, ungkapnya tidak hanya akan menghasilkan luaran produk saja, namun juga menjadikan dunia pendidikan sebagai motor inovasi reka cipta yang mendorong akselerasi proses hilirisasi teknologi di Indonesia. Sehingga, nantinya Pengembangan ilmu dan teknologi yang terjadi di dunia pendidikan dapat menjadi sumber solusi untuk menyelesaikan permasalahan nasional dan tantangan yang ada di DUDI. 

(Erwandi – Pranata Humas Ahli Madya)


Tags: No Tags

234 Comments


Leave a Comment

Recent Posts