Pontianak, Humas Polnep - Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan Rencana Strategis (Renstra) jurusan, Rabu (7/10) di Ruang Bromo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya jurusan dalam menyusun peta jalan pengembangan Jurusan Teknik Sipil untuk lima tahun ke depan, sekaligus mempersiapkan jurusan dalam memenuhi standar akreditasi, Indikator Kinerja Utama (IKU), serta tuntunan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
FGD tersebut menjadi ruang diskusi untuk menyatukan persepsi dan visi mengenai arah pengembangan jurusan. Sejumlah hal yang menjadi fokus dalam pembahasan di antaranya visi dan keunggulan jurusan, pengembangan kurikulum, kompetensi lulusan, kebutuhan dunia industri, serta pengembangan sumber daya manusia dan sarana pendukung pembelajaran.
Ketua Jurusan Teknik Sipil, Ir. Hj. Etty Rabihati, M.T., menjelaskan bahwa penyusunan Renstra diperlukan sebagai peta jalan yang dapat menjadi acuan bagi jurusan dalam menentukan arah dan prioritas pengembangan selama lima tahun ke depan.
“Tujuan utama dari penyusunan Renstra ini adalah sebagai peta jalan lima tahun Jurusan Teknik Sipil, baik untuk memenuhi standar akreditasi dan IKU maupun menjawab tuntunan DUDI. Selain itu, Renstra juga diharapkan dapat membantu efisiensi anggaran maupun SDM,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Jurusan Teknik Sipil menghadirkan Prof. Dr. Rer. Nat. Ir. R. M. Rustamaji, MT., IP., dari Universitas Tanjungpura (UNTAN) sebagai narasumber. Diskusi diarahkan pada sejumlah aspek strategis yang berkaitan dengan pengembangan jurusan, khususnya visi dan keunggulan yang ingin dibangun serta kurikulum dan kompetensi lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Perkembangan teknologi konstruksi yang berkembang cukup cepat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Perubahan tersebut menuntut dunia pendidikan vokasi untuk terus menyesuaikan proses pembelajaran agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Ke depannya, Jurusan Teknik Sipil menargetkan sejumlah pengembangan, di antaranya pencapaian akreditasi unggul, peningkatan jumlah lulusan yang memiliki sertifikasi kompetensi, peningkatan jumlah dosen berkualifikasi S3, serta pengembangan laboratorium yang bersertifikasi Komite Akreditasi Nasional (KAN).
Selain itu, penguatan kemitraan dengan DUDI juga menjadi bagian penting dalam arah pengembangan jurusan. Kurikulum yang berbasis industri diharapkan dapat semakin mendekatkan proses pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga kompetensi yang diperoleh mahasiswa dapat lebih sesuai dengan perkembangan dan tuntutan dunia konstruksi.
“Harapan saya Renstra yang disusun ini benar-benar menjadi pengarah utama untuk semua pengembangan Jurusan Teknik Sipil ke depannya,” ujar Ketua Jurusan Teknik Sipil
Melalui FGD ini, Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Pontianak akan terus memperkuat arah pengembangan jurusan agar semakin selaras dengan kebutuhan dunia konstruksi, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan administratif dan akreditasi, tetapi menjadi pedoman dalam pelaksanaan berbagai program pengembangan jurusan.
/