DOSEN TEKNOLOGI PERTANIAN POLNEP LATIH SANTRI MEMBUDIDAYAKAN TANAMAN SERAT TINGGI

Image

by ully sartika 1 bulan yang lalu 10 comments 276 views

Para dosen Teknologi Pertanian Politeknik Negeri Pontianak kembali memberikan pelatihan kepada santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Sungai Ambangah. Pelatihan kali ini dengan mengotimalisasikan lahan non produktif yang dimiliki oleh pasentren Nurul Jadid.
Pelatihan dilaksanakan dalam rangka kegiatan Pengabdian pada masyarakat (PPM), yang diselenggarakan 23 Agustus 2002 di Pondok Pesantren Nurul Jadid Desa Sungai Ambangah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Kegiatan diikuti 15 santri diketuai oleh Dwi Isyana Achmad (Dosen Prodi D4 Budidaya Tanaman Perkebunan), dan beranggotakan 7 Dosen, yang terdiri dari Ledy Purwandani (Dosen D4 Pengolahan Hasil Perkebunan Terpadu) dan 6 Dosen lainnya dari Prodi D4 Budidaya Tanaman Perkebunan yaitu Muhammad Rizal, Jaini Fakhrudin, Muliani, Zaenal Mutaqin, Tika Rahma Yunita dan Rista Delyani. Kegiatan ini juga melibatkan 2 Staf Teknis dan 6 mahasiswa dari Prodi D4 Budidaya Tanaman Perkebunan Polnep.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Yayasan Nurul Jadid yaitu Bapak Hufni Maulana. Dalam sambutannya ia mengungkapkan rasa senangnya  adanya kegiatan pelatihan di Ponpes yang beliau pimpin ini, terutama kegiatan-kegiatan yang memang sesuai dengan kebutuhan Ponpes. Lebih lanjut diungkapkannya, bahwa Santri wajib memiliki pandangan yang luas dan skill yang baik dalam berbagai sektor, salah satunya pertanian. Karena tidak semua santri akan berkesempatan menyampaikan dakwah dengan ceramah, tetapi dapat berdakwah melalui kegiatan lain yang dekat dengan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Juruan Teknologi Pertanian Polnep Ledy Purwandani mengatakan bahwa kegiatan utama dari PPM ini terdiri dari pelatihan pengolahan lahan kosong milik mitra, budidaya tanaman (tebu, jagung dan rumput gajah) serta pembuatan pakan ternak dari bahan organik sisa hasil budidaya tanaman (ampas tebu dan kulit jagung).
Dijelaskannya, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi lahan milik Pondok Pesantren (Ponpes), dimana pengelolaan lahan selama ini baru digunakan untuk peternakan kambing, sedangkan masih terdapat sekitar 5 Hektar lahan kosong yang belum terolah atau belum digunakan. Selain itu juga, dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri agar dapat mengoptimalkan fungsi lahan yang dimiliki untuk meningkatkan pendapatan Ponpes melalui budidaya tanaman yang bernilai jual dan dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak bernilai gizi tinggi, ujar Ledy Purwandani.
Pelatihan pengolahan lahan dan budidaya tanaman ditekankan pada pengelolaan lahan sebelum ditanami, agar subur dan sesuai dengan syarat tumbuh tanaman yang akan dibudidayakan serta teknik polikultur supaya dapat membudidayakan tanaman berbagai jenis dalam satu lahan, ungkapnya. Lebih lanjut diungkapkannya bahwa peserta dilatih untuk dapat memilih bahan tanam yang baik, seperti posisi mata tunas tebu yang tepat saat ditanam, serta dilatih juga dalam pembuatan lubang dan jarak tanam yang tepat untuk tanaman jagung. Pada proses pembuatan pakan ternak, peserta dilatih untuk melakukan fermentasi bahan organik dengan memanfaatkan Effective Microorganism-4 (EM4) khusus untuk peternakan.
(Erwandi – Pranata Humas Ahli Madya)

Tags: No Tags

10 Comments


Leave a Comment

Recent Posts